Tidak terasa tahun 2010 telah datang, berbagai rencana dipikirkan untuk mengisi masa liburan di awal tahun ini. Kemanakah tujuan liburan Anda bersama keluarga kali ini? Menyaksikan festival musik di luar negeri sambil berbelanja? Mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di dunia, seperti Sidney, Paris atau Bangkok?
Mengapa harus jauh-jauh pergi ke luar negeri, Nusantara adalah negeri indah yang memiliki berbagai macam kekayaan kebudayaan, tempat wisata yang indah dari Sabang sampai Merauke. Anda bisa melihat keindahan tempat-tempat tersebut tanpa harus berkeliling Nusantara karena dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah semua pesona wisata Nusantara telah terangkum di dalamnya.
Ada acara sangat menarik yang sepatutnya Anda kunjungi bersama keluarga tercinta pada permulaan tahun baru 2010,
yaitu Festival Museum Nusantara yang resmi dibuka mulai tanggal 1 Januari 2010. Dalam rangka menyambut dan ikut serta menyemarakan acara tersebut, situs kemuseumyuk.com mengadakan Kontes SEO Festival Museum Nusantara yang telah di mulai dan akan berakhir pada bulan Maret 2010.
Bangsa yang besar adalah bangsa menghargai akan sejarah dan budaya
sendiri. Siapa lagi yang pantas untuk mengagumi dan mempelajari tentang
Museum Nusantara selain kita sebagai generasi penerus bangsa.
Jadi, mari kita bersama-sama ikut menyukseskan Festival Museum Nusantara dengan berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah.
Salah satu museum yang saya rekomendasikan kepada Anda adalah Bayt Al-Qur'an Museum
Istiqlal. Karena di museum ini kita bisa banyak belajar tentang
sejarah awal perkembangan Islam di Indonesia pada masa lalu sampai sekarang. Indonesia
telah tercatat menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk
beragama Islam terbesar di dunia.
Silahkan Anda simak review tentang Bayt Al-Qur'an Museum Istiqlal.
Karya-karya unggulan para ulama dan intelektual muslim Nusantara sejak
abad ke-17 sampai abad ke-20 yang bernilai historis dapat disaksikan di
sini. Warisan budaya berupa mushaf, manuskrip Al Qur’an, arsitektur,
seni rupa Islami yang memiliki keindahan seni juga tersimpan. Bayt al
Qur’an & Museum Istiqlal, memang menghadirkan pesona untuk
direnungkan.
Bayt al Qur’an & Museum Istiqlal merupakan kesatuan dari dua
lembaga yang berbeda namun dalam kesatuan konsep. Bayt al Qur’an, yang
berarti rumah Al Qur’an, dengan materi pokok berupa peragaan yang
berkaitan dengan Al Qur’an, sedangkan Museum Istiqlal menampilkan
hasil-hasil kebudayaan Islam Indonesia.
Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQ&MI) yang menempati areal
seluas 20.013 m2 dibuka untuk umum tanggal 20 April 1997 bersamaan
dengan peresmian oleh Presiden Soeharto. Tujuannya untuk menampilkan
Islam sebagai pemersatu bangsa dari berbagai etnik di Indonesia dengan
menampilkan ajaran dan kebudayaan Islam Indonesia yang berkualitas dan
kreatif dalam upaya untuk memantapkan jatidiri bangsa, menampilkan
wajah Indonesia yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia dalam
percaturan internasional melalui kajian sejarah perkembangan ajaran
Islam dan implementasinya dalam seni dan budaya, menyampaikan makna
yang lebih dalam tentang ajaran Islam dan karakter kebudayaannya yang
bersifat terbuka, otentik, toleran, progresif dan kosmopolitan; dan
sebagai pemicu (trigger) untuk pengkajian ajaran dan kebudayaan Islam
secara lebih dalam khususnya di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara.
Ruang pamer Bayt al-Qur’an menghadirkan beragam seni mushaf dari dalam
dan luar negeri, seperti Mushaf Istiqlal yang menjadi primadona pada
Festival Istiqlal II 1995, Mushaf Wonosobo, yang merupakan terbesar
hasil kreasi dua orang santri Pondok Pesantren al- Asy’ariah, Wonosobo,
Jawa Tengah, Mushaf Sundawi yang menampilkan iluminasi ragam hias khas
Jawa Barat, dan Mushaf Malaysia yang menampilkan iluminasi ragam khas
Malaysia.
Ditampilkan pula al-Qur’an standar Departemen Agama RI, al-Qur’an biasa
dan al-Qur’an Braille untuk umat Islam tunanetra. Disajikan juga
al-Qur’an Interaktif dalam bentuk software (perangkat lunak) komputer
yang dapat dioperasikan secara digital seperti program-program aplikasi
komputer lainnya.
Ruang peraga Museum Istiqlal menyimpan dan memamerkan benda-benda
budaya yang telah berabad lamanya, menembus peradaban suku, bahasa,
daerah, dan adat istiadat di Indonesia. Kejayaan historis masa lalu dan
masa kini berbaur dalam suatu peristiwa. Manuskrip al-Qur’an,
benda-benda tradisi dan warisan, arsitek, seni rupa kontemporer, serta
benda Islami lainnya, semua tersimpan di sini, sebagai hasil
implementasi dan implikasi budaya yang bersumber dari al-Qur’an.
Bangunan Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal berlantai 4 dengan
lingkungan yang jauh dari polusi memiliki fasilitas ruangan yang
lengkap seperti, serba guna (main hall), auditorium, audiovisual, ruang
kelas, pameran, balkon, dan lain-lain. Semua itu dapat digunakan untuk
mengadakan kegiatan seperti, seminar, pertunjukkan, pameran,
perlombaan, forum ilmiah, syukuran, dan lain-lain.
Mari kita isi liburan kali ini dengan mengunjungi Festival Museum
Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah; selain sebagai sarana
berekreasi; kita akan mendapatkan banyak pengetahuan yang sangat
bermanfaat bagi Anda dan keluarga tercinta.
Jayalah terus Budaya Bangsaku. Sumber : kemuseumyuk.com