|
Keperawanan atau Virginitas
Sepanjang masa kehidupan manusia terutama dalam
kehidupan membangun rumah tangga bahagia.Semua manusia menginginkan
kebahagiaan yang sempurna bukan kebahagiaan parsial.Kehidupan manusia
akan bersifat liar dan bebas tak terkendali jika tanpa aturan nilai
yang jelas. Manusia ingin mementingkan kebebasannya
sendiri-sendiri.Walaupun tidak ada manusia yang bebas. Orang yang
mengaku dirinya bebas tetap saja terikat aturan dengan nama"serba bebas
"tersebut. Mereka yang mengaku bebas esensinya dia diperbudak oleh hawa
nafsu yang bersembunyi dalam kata "serba bebas"
Tuhan telah
memberikan sistem kehidupan yang akan membahagiakan kita jika
mengikatkan diri pada batas-batas nilai-nilai moralitas agama kita
masing-masing. Maka dalam kehidupan ini sudah ada sistem yang
membimbing manusia agar bisa bahagia dalam membentuk rumah tangganya
yaitu sistem yang diturunkan Tuhan untuk direalisasikan oleh manusia.
Virginitas atau keperawanan bagi remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum
menikah adalah sebuah Nilai Kesucian yang harus dijaga sampai dia
memasuki kehidupan rumah tangga dan memberikan pertama kali kepada
suaminya. Begitu juga remaja Putra-Pemuda-Lelaki yang belum menikah
harus menjaga keperjakaannya.
Sebagai sebuah mahkota nilai kesucian yang melekat pada remaja
Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah maka hal itu merupakan sebuah
martabat harga dirinya.
Sungguh memalukan dan bermoralitas rendah jika remaja
Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah telah hilang keperawanannya
akibat free sex
ataupun rayuan pacarnya. Derajat wanita yang masih gadis akan turun dan
dipandang jelek di hadapan Tuhan dan masyarakat moralis religius jika
keperawanan/virginitas sudah hilang dan diobral begitu saja kepada
pacarnya.
Bagaimana tidak memalukan? Kesucian yang harus
diberikan pada suami saat malam pertama sudah hilang begitu saja oleh
pacarnya tanpa takut dosa dan siksa Tuhan.
Perbuatan menghilangkan kesucian/keperawanan/virginitas saat masa-masa
pacaran dengan melakukan hubungan seks adalah perbuatan "binatang" yang
menjijikan, dosa besar, dan akan mendatangkan keburukan yang tak bisa
dihindari.
Virginitas Jaman Modern
Tuhan telah memberikan sistem kehidupan yang lebih baik pada manusia.
Namun di jaman sekarang ini telah banyak orang yang terlena dan
tenggelam dalam lautan kemaksiatan. Tenggelam dalam limbah kekotoran
karena tidak memegang prinsip dan keyakinan yang benar sesuai agamanya
masing-masing.
Telah terjadi pergeseran dalam masalah virginitas/keperawanan ini.
Banyak orang “NEKAT” yang menganggap keperawanan/virginitas itu tidak
penting.
Persoalan ini muncul ketika kaum Fundamentalis Maksiat yang
mengatasnamakan materialis dan sekuler mulai berani melawan nilai-nilai
agama. Hal ini terjadi di EROPA ketika mereka (kaum Fundamentalis
Maksiat) berani melecehkan nilai-nilai agama Kristen. Memang orang
kalau sudah dikuasai setan dan hawa nafsu akan liar dan menjadi budak
kepentingan nafsu belaka.
Mereka kaum Fundamentalis Maksiat kemudian menyebarkan ajarannya bahwa
manusia itu harus bebas tidak boleh terikat nilai-nilai apapun. Akibat
dari ajaran kaum Fundamentalis Maksiat itulah muncul perilaku-perilaku
menyimpang seperti free sex dan sejenisnya.
Perilaku menyimpang "bermacam-macam" dalam masalah seks tersebut bisa
terjadi karena tidak ada kepuasan seks disebabkan menuruti pilihan
setan dan hawa nafsu. Perbuatan yang menginginkan kebebasan dalam
segala macam tanpa aturan tersebut telah menjadi jalan terkutuk dan
perbudakan nafsu.
Keperawanan dan virginitas serta keperjakaan bagi yang masih gadis dan
perjaka mengalami penyimpangan akibat ulah kaum Fundamentalis Maksiat
tersebut. Hal ini disebabkan promosi besar-besaran yang mereka lakukan
melalui media massa baik cetak maupun elektronik.
Yang jelas akibat ulah kaum Fundamentalis Maksiat tersebut timbul penyakit seks yang sebelumnya tidak ada.
Bagi kita sebagai manusia tentu lebih memilih jalan yang mendatangkan
kebahagiaan yaitu jalan menurut agama kita masing-masing. Sangat
memalukan sekali jika para remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah
karena terlena/sengaja sehingga kehilangan keperawanan/virginitasnya.
Seharusnya remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah harus menjadi
insan yang mandiri dan mempunyai prinsip yang tegas, memiliki keyakinan
yang siap mempertahankan sampai mati soal pentingnya keperawanan ini.
Karena virginitas adalah sebuah nilai kesucian dan martabat harga diri
seorang remaja Putri-Gadis-Wanita yang belum menikah.
Memilih jalan yang membahagiakan adalah pilihan yang terbaik yaitu
mengikuti moralitas nilai-nilai agamanya masing-masing. Dirangkum dari sini.
|