|
Tempat Wisata di Kebumen
Hampir di setiap kota terdapat museum, baik itu museum perjuangan maupun museum yang berisi benda peninggalan bersejarah, seni, dan barang kuno. Namun museum yang berisi bebatuan penyusun bumi, di Jawa Tengah hanya ditemui di Kampus Karangsambung. Kampus Karangsambung yang dibangun tahun 1964 adalah Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung, di
bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). UPT ini
menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan latihan, penyebarluasan
informasi kebumian, konservasi, dan pengembangan wilayah bernilai
ilmiah.
Dalam rangka penyebarluasan informasi Kebumian, tahun 1995 di Kampus
ini dibangun gedung untuk menyimpan alat peraga batuan yang kemudian
dikenal sebagai Museum Kebumian. Lebih dari 50 macam batuan dari tiga
jenis batuan dasar pembentuk bumi (batuan beku, sedimen, dan metamorf)
disimpan di museum ini.
Dalam rangka penyebarluasan informasi Kebumian, tahun 1995 di Kampus
ini dibangun gedung untuk menyimpan alat peraga batuan yang kemudian
dikenal sebagai Museum Kebumian. Lebih dari 50 macam batuan dari tiga
jenis batuan dasar pembentuk bumi (batuan beku, sedimen, dan metamorf)
disimpan di museum ini.
Umur bebatuan itu ratusan juta tahun. Itu merupakan contoh batuan
penyusun bumi yang diambil dari kawasan geologi Karangsambung di
sekitar kampus.
Dari segi geologi, batuan itu sangat unik, aneh, dan menarik. Misalnya,
beberapa batuan yang sebenarnya merupakan batuan dasar samudra, di
kawasan ini muncul di permukaan. Ada batu rijang yang diambil dari
Sungai Muncar di Desa Seboro, Kecamatan Karangsambung. Batu yang
berumur sekitar 81 juta tahun ini merupakan batuan dasar samudra yang
biasanya ditemukan di kedalaman 4.000 meter di bawah permukaan air
laut. Ada juga batu sekis mika dari Sungai Brengkok yang merupakan
batuan tertua di Pulau Jawa, berumur sekitar 120 juta tahun.
Munculnya bebatuan itu akibat proses tumbukan (seduksi) Lempeng
Indo-Australia dengan Lempeng Asia. Proses tumbukan dua lempeng ini
hingga kini masih berlangsung, seperti beberapa waktu lalu menimbulkan
gempa dan gelombang tsunami di sekitar kawasan Samudra Indonesia.
Jika belum puas mengenal bumi dari contoh bebatuan penyusunnya di
Museum Kebumian, pengunjung dapat keliling ke situs geologi di kawasan
geologi Karangsambung. Hanya, untuk ini tidak cukup satu hari dan perlu
tenaga ekstra sebab harus naik turun tebing, melintasi sawah, dan
menyeberangi sungai. Namun, untuk sampai ke Kampus Karangsambung
tidaklah sulit. (Kompas)
Goa Jatijajar
Terletak 21 Km sebelah barat daya Kecamatan Gombong, atau 42 Km
sebelah barat daya kota Kebumen. Legenda di dalam goa menggambarkan
legenda Raden Kamandaka atau legenda lutung kasarung. Panjang goa
adalah 250 meter. Di area Goa Jatijajar ini juga terdapat beberapa goa
lainnya, seperti Goa Intan dan Goa Dempok serta tersedia taman dan
Pulau Kera. Untuk menuju ke obyek wisata ini telah tersedia sarana dan
prasara transportasi, penginapan serta rumah makan yang relatif
representatif. Patung Dinosaurus yang seolah memuntahkan air dalam
lokasi wisata ini sebenarnya merupakan muara dari mata air dari dalam
goa Jatijajar yang tiada pernah berhenti walau musim kemarau sekalipun.
Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri dilengkapi dengan
taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini
terdapat banyak patung kera. Di gerbang mulut Goa Jatijajar, terdapat
lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk
terlihat sangat indah. Goa Jatijajar merupakan bukti dari legenda
Kamandaka (Lutung Kasarung), dimana kisah ini secara tersirat
dikisahkan melalui patung-patung yang ada di dalam Goa Jatijajar. Di
dalam goa Jatijajar terdapat sebuah mata air (sendang) yang konon
kabarnya akan membuat awet muda bagi yang mencuci muka di sana. Ingin
bukti, datang dan cobalah.
Di samping Goa Jatijajar, masih terdapat goa yang lain seperti Goa
Dempok ini. Stalagtit yang terdapat di dalam Goa Dempok terbentuk
secara alami selama ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Hingga
kini masih terjaga keasliannya. Goa Intan berada satu lokasi dengan
obyek wisata Goa Jatijajar. Goa ini memiliki keunikan tersendiri dengan
langit goa yang relatif tidak terlalu tinggi.
Goa Petruk (Petruk Cave)
Terletak 7 Km selatan Goa Jatijajar. Petruk diturunkan dari nama
pengikut setia Pandawa dalam Cerita pewayangan. Goa ini sangat
mempesona. Tetesan air kapur terdengar bagaikan kebisingan yang tiada
henti. Banyak stalaktit yang menyerupai bentuk kehidupan di dunia,
seperti halnya stalaktit seperti anjing duduk ini. Stalaktit ini sangat
memukau pengunjung karena menyerupai Tokoh Semar dalam cerita
pewayangan. Gorden raksasa akan mengingatkan betapa Maha Kuasanya Tuhan
YME dan segala ciptaan-Nya di bumi dan di langit.
Boneka-boneka mungil terdapat di dalam Goa Petruk diantara aliran air
dalam gua yang sejuk. Stalaktit ini sangat mirip dengan payudara yang
tidak terdapat di tempat lain. Tangan Anda dapat menyentuhnya karena
dinding goa yang tidak terlalu tinggi.
Pantai Ayah
Terletak
9 Km dari Goa Jatijajar. Pantai pasirnya sangat luas dan mempesona.
Wisatawan dapat menyewa perahu sambil menatap indahnya perbukitan. Di
sini anda dapat menyaksikan matahari tenggelam yang mengagumkan.
Pantai Karangbolong
Nuansa perbukitan yang asri dan lambaian pohon kelapa serasa
menyejukkan hati. Pantai Karangbolong menyimpan berbagai keindahan.
Disamping pantai yang menawan, Pantai Karangbolong juga menyimpan
keindahan karang dengan sarang burung waletnya.
Pantai Petanahan
Terletak 17 Km Barat daya Kota Kebumen.
Dengan ombak besarnya, Pantai Petanahan memiliki daya tarik tersendiri.
Di lokasi ini juga dilengkapi panggung terbuka bagi acara-acara seni
rakyat.
Arung Jeram Padegolan
Lokasinya sepanjang sungai Padegolan yang akan membuat hidup bagai
mimpi. Jika anda petualang sejati, cobalah arungi tantangan ini dan
raih kemenangan alami
Pantai Pasir
Pantai
Pasir dipercayai sebagai pintu gerbang Nyi Roro Kidul (Pasir Beach)
Terletak 24 Km sebelah selatan Kota Gombong atau 7 Km sebelah barat
pantai Karangbolong. Dibalik keindahan alam yang memukau, Pantai Pasir
diyakini masyarakat setempat sebagai pintu gerbang Istana Nyi Roro
Kidul. Adapun pintu gerbang tersebut berupa Batu Karang yang seperti
berujud Beruang yang sedang minum air telaga. Disamping wisata alam
pantai yang menawan, Pantai Pasir juga merupakan lokasi menarik bagi
yang suka berbelanja hasil laut, karena Pantai Pasir juga merupakan
tempat pelelangan ikan (TPI) utama Kabupaten Kebumen. Pemandangan di
sekeliling Pantai Pasir merupakan perpaduan antara alam laut yang
indah, pegunungan yang anggun serta wilayah pertanian dan pertambakan
yang subur.
Pantai Tanjung Bata dan Pantai Menganti
Pantai Tanjung Bata dan Pantai Menganti memiliki karang terjal dengan bukit yang keperak-perakan serta pasir putih yang menawan.
Kedua
pantai ini merupakan obyek wisata bagi wisatawan yang menyukai
tantangan dan sedikit resiko. Lokasinya 7 Km dari Pantai Ayah. Untuk
menuju lokasi ini wisatawan harus berjalan kaki sejauh 3 Km dari lokasi
parkir kendaraan terdekat. Bentangan datar dekat Pantai Tanjungbata
begitu indahnya. Panorama alam pantai yang menawan. Kerasnya ombak
Pantai Selatan tidak menggoyahkan tebing karang yang tegar ini. Bentuk
karang laut inilah yang membuat Pantai ini disebut Tanjungbata karena
bentuknya yang mirip Batu Bata raksasa. Bila anda pernah datang ke
Pantai Kuta Bali, maka anda akan merasakan kekaguman yang sama saat
melihat Pantai Pasir Putih Menganti ini. Ombak yang tidak terlalu keras
membuat obyek wisata ini sangat menarik sebagai lokasi santai sambil
bermain di pantai pasir putih yang lembut. Investasi di Pantai ini
merupakan tantangan bagi investor yang berminat mengembangkannya.
Pemandian Air Panas Krakal
Pemandian Air Panas Krakal memiliki mata air yang tidak pernah kering walau musim kemarau panjang sekalipun.
Waduk Serbaguna Sempor
Waduk Serbaguna Sempor memiliki pemandangan alam indah, dilengkapi
dengan arena bermain anak-anak, tempat parkir, cottage serta panggung
terbuka.
Waduk Wadaslintang
Waduk Wadaslintang mempunyai luas sembilan kali Waduk Sempor. Letaknya 34 Km Arah Timur Laut Kota Kebumen.
Benteng Van Der Wijck
Terletak di kota Gombong kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dibangun
pada abad ke XVIII oleh Belanda untuk pertahanan, dan bahkan
kadang-kadang untuk menyerang. Nama benteng ini diambil dari VAN DER
WIJCK, nama yang terpampang pada pintu sebelah kanan, kemungkinan nama
komandan pada saat itu. Mudah dicapai dengan kendaraan pribadi atau
transportasi umum 21 km dari Kebumen, atau 100 km dari Candi Borobudur.
Benteng ini kadang dihubungkan dengan nama FRANS DAVID COCHIUS (1787 -
1876), seorang Jenderal yang bertugas di daerah barat Bagelen yang
namanya diabadikan menjadi Benteng GENERAAL COCHIUS. Selanjutnya
Benteng pertahanan ini digunakan untuk sekolah militer.
Data teknis Benteng :
- Luas Benteng atas 3606,625m2.
- Benteng bawah 3606,625 m2.
- Tinggi Benteng 9,67 m, ditambang cerobong 3,33 m.
- Terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.
Sumber lengkap di http://www.kebumenkab.go.id/
|